Verifikasi Ormas di Lapangan, Muhammadiyah Ragukan Kemendikbud

Organisasi keagamaan Muhammadiyah (Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) resmi menunjuk 156 organisasi yang bergerak di bidang pendidikan untuk menjalankan program tersebut. Namun, ada satu pihak yang memutuskan mundur, yakni Muhammadiyah.

Ketua Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah Kasiyarno pun menyampaikan kecurigaannya terhadap pelaksanaan program tersebut. Sebab, dalam tahap visitasi atau pengecekan di lapangan, dari 156 ormas tersebut tidak ada yang gugur, menurutnya hal ini mencurigakan.

“Ada jadwal visitasi untuk membuktikan apa yang diajukan di dalam dokumen itu benar atau salah dalam proposal itu. Hasilnya dari verifikasi itu tidak ada yang berubah, dari 183 itu semuanya lolos, artinya kita berpikir itu verifikasi itu ngga ada artinya, apakah betul-betuk ormas itu kompeten dan kredibel,” tuturnya di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Rabu (22/7).

Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan seluruh organisasi Muhammadiyah yang berada di masing-masing daerah untuk memonitoring organisasi yang mengikuti program tersebut. Hasilnya, terdapat beberapa organisasi yang tidak kompeten.

“Kami koordinasi tuh dengan laporan di daerah, ada informasi yang mengatakan kalau dilihat dari nama-nama itu kita bisa menyalahkan bahwa ada yang ngga kompeten, kantor aja ngga punya, apalagi staf, program ngga jelas,” jelas dia.

Dirinya pun mempertanyakan bagaimana mereka bisa lolos jika organisasinya tidak kompeten. Padahal, Kemendikbud sendiri mengklaim bahwa proses seleksi telah diseleksi ke dalam tiga tahap.

Komentar

Loading...