DBL Ditunda hingga Januari 2021

Doni Monardo, Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 saat berkunjung ke Surabaya dan bertemu langsung dengan Founder & CEO DBL Indonesia, Azrul Ananda

FAJAR.CO.ID,JAKARTA– Developmental Basketball League (DBL) telah menjadi kompetisi yang begitu besar. Ajang Kompetisi olahraga tingkat SMA yang terbesar di Indonesia setelah liga sepak bola nasional danmelibatkan lebih dari 40 ribu peserta dan 1,5 juta penonton dari Aceh sampai Papua, harus menunda pelaksanaan musim baru Honda DBL hingga Januari 2021.

“Kami sendiri takjub dan bangga dengan pertumbuhan ini, berterima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh partisipan dan pendukung,”beber Founder DBL Indonesia, Azrul Ananda, Kamis (23/07/2020).

Menurut Azrul, situasi pandemi Covid-19 beberapa bulan terakhir, tim DBL Indonesia telah bekerja keras dan terus memikirkan bagaimana melangsungkan kompetisi musim ini. Apalagi, sesuai tradisi, pihaknya selalu berupaya agar musim yang baru lebih baik dan heboh dari sebelumnya. “Saya kira teman-teman partisipan tahu betul komitmen kami selama ini seperti apa,”bebernya.

Ilustrasi gelaran Honda DBL

“Kami telah berdiskusi dengan Bapak Menpora Zainudin Amali. Beliau bahkan telah bersedia berdiskusi dengan kami dan peserta via Zoom beberapa waktu lalu. Kami juga sudah bertemu dengan Letjen Doni Monardo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang sekarang luar biasa sibuk memikirkan keselamatan masyarakat se-Indonesia,”urainya.

“Setelah kami pikirkan opsi A, B, C, dan seterusnya, akhirnya kami membuat keputusan. Demi kesehatan dan keselamatan, serta konsekuensi-konsekuensi lain, kami harus menunda pelaksanaan musim baru Honda DBL hingga Januari 2021. Musim ke-17 dalam sejarah kompetisi itu akan berlangsung hingga DBL Camp pada November 2021. Disambung perjalanan Honda DBL Indonesia All-Star pada awal 2022,” kata Azrul Ananda.

Komentar

Loading...