Harga Sawit Anjlok, Apkasindo Bantu Aspirasi Petani Sulbar

Penyerahan Dokumen Apkasindo Munas 2019 oleh Sekjen DPP Apkasindo, Sulaiman H Andi Loeloe kepada Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Dukka di Kantor DPRD Sulbar, Kamis (23/7).

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Harga sawit jatuh sangat dalam. Imbasnya Aliansi petani sawit Sulawesi Barat (Sulbar) bersama dengan Himpunan Mahasiswa Islam cabang Manakarra Mamuju, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Gubernur Sulbar beberapa waktu lalu.

Mereka mendesak pemerintah Provinsi Sulawesi Barat agar mengeluarkan rekomendasi pembayaran harga Tandan Buah Segar (TBS) sesuai dengan hasil penetapan pada tanggal 23 Juni 2020.

Sekjen DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sulaiman H Andi Loeloe menuturkan, harga TBS dibeli pengusaha di bawah harga Rp1000. Itu diluar kesepakatan yang ditetapkan dengan harga terendah Rp1000.

“Makanya kedatangan saya ke Sulbar untuk membantu memediasi ke pemerintah Sulbar agar memperhatikan nasib para petaninya,” ucap Sulaiman, Kamis (23/7).

Dalam kunjungannya, Sulaiman bertemu Ketua DPRD Sulbar, Suraidah Dukka di Kantor DPRD Sulbar, Kamis (23/7/2020).

“Dalam hal ini pemerintah Sulbar siap mendukung aspirasi petani sawit. Untuk itulah diharapkan peran maksimal Apkasindo di sini,” paparnya.

Saat ini harga TBS berangsur naik meski tidak besar. Per Rabu malam, 22 Juli harganya Rp1.174 per kilogram. Telah berada di atas standar.

Meskipun belum seperti di daerah lain. Misalnya di Sumatera dan Kalimantan sawitnya bisa lebih mahal hingga Rp1.500 per kilogramnya. (tam)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar