Kiprah Tanoto-Sampoerna Jika Disandingkan dengan NU-Muhammadiyah

Logo NU (Dok.JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation menyebutkan bahwa mereka telah diajak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), untuk menjalankan Program Organisasi Penggerak (POP) dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Begitu juga dengan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan Muhammadiyah. Namun mereka memutuskan keluar dari program tersebut. Alasannya adalah proses seleksi yang tidak jelas, salah satunya ketika verifikasi di lapangan.

Di mana dari 156 organisasi masyarakat (ormas) yang lolos, ketika dilakukan verifikasi lapangan, tidak ada pengurangan jumlah ormas. Hal ini pun menimbulkan pertanyaan publik apakah benar lembaga independen yang melakukan verifikasi benar turun ke lapangan atau tidak.

Kembali ke Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation, jika dibandingkan dengan NU dan Muhammadiyah, tentunya mereka adalah lembaga baru. Tanoto sendiri dibangun pada 1981 dan Sampoerna Foundation didirikan pada 2001.

Sedangkan NU telah berdiri pada 1926 dan Muhammadiyah pada 1912. Keduanya lahir jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Di mana peran keduanya kala itu adalah membantu masyarakat buta huruf agar lebih berpendidikan sebagai ormas pendidikan dan keagamaan.

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji pun menyampaikan bahwa kedua lembaga baru tersebut masih begitu belia, jika bicara soal pendidikan di Indonesia pun, dikatakannya kalau mereka masih belum paham betul. Namun, berbeda dengan NU dan Muhammadiyah.

Komentar

Loading...