Musda Golkar Sulsel Jadi Ajang Kubu Perubahan Vs Pro Status Quo, Ini Jagoan Masing-masing

Kamis, 23 Juli 2020 11:11

Supriansa dan Hamka B Kady

“Upaya-upaya merepetisi model aklamasi pemilihan ketua umum, tetap harus realistis,” tegasnya.

Di sisi lain Supriansa, menurutnya, butuh bantuan pihak lain untuk merebut dukungan pemilik suara. Terutama yang bisa memimpin operasi pemenangan. “Diskresi hanyalah pintu untuk membangun bargaining dengan pihak lawan dan kawan di musda ini,” bebernya.

Ditambahkan, pengamat politik Unhas, Andi Ali Armunanto, saat ini kubu pro status quo dan kubu perubahan mulai bersaing sengit untuk bisa memenangkan pertarungan dengan meraih dukungan suara signifikan. Sosok kader senior seperti Hamka B. Kady yang menjadi loyalis Nurdin Halid patut diwaspadai.

Sebagai politikus senior, kata dia, ia memiliki jejaring yang kuat. Mulai dari level pusat hingga ke tingkat daerah dan hampir bisa diterima semua kader.

“Pak Hamka ini tidak koar-koar, tetapi dia kuat. Supriansa yang mengantongi surat rekomendasi harus bekerja keras. Konsolidasi pemenangan harus tetap dilakukan,” bebernya. (ful-fik/abg/fajar)

Bagikan berita ini:
4
7
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar