NU dan Muhammadiyah Mundur dari Program Organisasi Penggerak, Ketum PKB: Mendikbud Harus Belajar Sejarah


FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mundurnya dua lembaga pendidikan milik Muhammadiyah dan Nahdatul Ulama (NU) dari Program Organisasi Penggerak yang diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menuai reaksi publik.

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar bahkan memberikan peringatan keras ke Mendikbud, Nadiem Makarim. Dia meminta menteri muda tersebut belajar sejarah.

Terlebih dua ormas Islam tersebut sudah mengabdikan diri dalam dunia pendidikan di Indonesia. Bahkan jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Saya juga minta Mendikbud untuk belajar sejarah pengabdian NU dan Muhammadiyah kepada pendidikan. Saya protes !” tulis Cak Imin di akun Twitternya, Kamis (23/7/2020).

Sebelumnya, Lembaga Pendidikan Maarif NU memutuskan mundur dari Program Organisasi Penggerak. Langkah serupa juga diambil Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Ketua Lembaga Pendidikan Maarif NU, Arifin Junaidi menilai, program ini dari awal sudah janggal. Pasalnya, dia mengaku, pihaknya dimintai proposal dua hari sebelum penutupan.

“Kami nyatakan tidak bisa bikin proposal dengan berbagai macam syarat dalam waktu singkat, tapi kami diminta ajukan saja syarat-sayarat menyusul. Tanggal 5 Maret lewat website mereka dinyatakan proposal kami ditolak,” katanya.

Entah mengapa, Arifin mengungkapkan, pihak Kemendikbud kembali menghubungi Lembaga Pendidikan Maarif NU untuk melengkapi syarat-syarat.

Kala itu, dia menjelaskan, Lembaga Pendidikan Maarif NU diminta menggunakan badan hukum sendiri bukan badan hukum NU. “Kami menolak dan kami jelaskan badan hukum kami NU,” tegasnya.

Komentar

Loading...