PAN Bantah Merapat ke Koalisi Pemerintahan Jokowi

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (tengah) bersama Mulfachri Harahap di tengah Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/02/2020). (Hendra Eka/Jawa Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kunjungan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan ke Istana Presiden Senin lalu (20/7) menarik perhatian banyak pihak. Terlebih, Zulkifli membawa para petinggi partainya secara lengkap. Muncul anggapan bahwa PAN punya peluang bergabung dalam koalisi pendukung pemerintah.

Selain Zulkifli, pertemuan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu dihadiri Ketua Dewan Kehormatan Soetrisno Bachir, Ketua Majelis Penasihat Partai (MPP) Hatta Rajasa, Sekretaris Jenderal Eddy Soeparno, dan Bendahara Umum Totok Daryanto. Tujuh wakil ketua umum juga kompak hadir.

”Itu hanya silaturahmi pengurus,” elak Wakil Ketua Umum PAN Yandri Susanto kepada Jawa Pos kemarin (22/7).

Disampaikan, tujuan utama silaturahmi tersebut adalah mengenalkan pengurus baru DPP PAN periode 2020–2025. Kunjungan ke Istana Presiden itu merupakan ganti acara pelantikan pengurus yang dibatalkan akibat pandemi Covid-19.

”Harusnya dalam pelantikan Pak Presiden diundang. Tapi tak bisa digelar karena Covid-19,” jelasnya.

Yandri menampik anggapan bahwa pertemuan itu bertujuan politik. Misalnya untuk memuluskan langkah PAN agar bisa bergabung dalam koalisi pemerintah.

Selain mengenalkan pengurus baru, pertemuan itu lebih banyak diisi diskusi soal kebangsaan. Dan tentu terkait penanganan Covid-19 berikut dampak-dampak yang ditimbulkan. Dalam situasi seperti saat ini, PAN mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam upaya penanggulangan virus korona. (jpc/fajar)

loading...

Komentar

Loading...