Tiga Jenderalnya Ikut Terlibat, Tim Mabes Polri Buru Tjoko Tjandra di Malaysia

Buronan kelas kakap Djoko Tjandra bisa sampai memiliki e-KTP Indonesia. Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) menyebut Djoko melakukan perekaman data dan cetak e-KTP di Kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan. (Adnan/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Buron kasus korupsi pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra diduga kuat saat ini berada di Malaysia.

Bahkan saat ini, tim dari Mabes Polri tengah berupaya membantuk proses pemulangan Djoko Tjandra dari Malaysia. Demikian disampaikan Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono kepada wartawan di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (23/7/2020).

“Kita sedang melakukan suatu kegiatan lah ya yang berupaya untuk melakukan penangkapan kembali atau pun memulangkan yang bersangkutan,” ungkap Argo.

Akan tetapi, Argo tak merinci secara jelas upaya penangkapan yang dilakukan terhadap Djoko itu. Hanya saja, pihaknya meminta masyarakat agar bersabar dan menunggu. “Kita tunggu saja,” tandasnya.

Diketahui tiga jenderal Mabes Polri harus dicopot dari jabatannya karena polemik pelarian buronan Djoko Tjandra.

Pencopotan itu lantaran ketiganya diduga terlibat dalam kasus buron Djoko Tjandra dapat lenggang kangkung di Indonesia sampai akhirnya kembali menghilang.

Ketiga perwira tinggi itu adalah Brigadir Jenderal Prasetijo Utomo, Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte, dan Brigadir Jenderal Nugroho Slamet Widodo.

Sebelumnya, informasi keberadaan Djoko Tjandra pernah diungkap dua pihak. Pertama, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI), Boyamin Saiman.

Boyamin menyebut, informasi itu didapat dari salah satu advokat yang pernah bertemu langsung dengan Djoko.

Disebutkan, advokat itu cukup dikenal Boyamin lantaran pernah tergabung dalam firma hukumnya. Advokat itu bertemu Djoko untuk menawarkan apartemen kliennya di Kuala Lumpur, Malaysia.

Komentar

Loading...