Wahyu Setiawan Ingin Bongkar Kecurangan Pilpres 2019, Maneger Nasution Tepis LPSK Ikut Cawe-cawe

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan akan melindungi mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan, terkait pengajuan diri menjadi saksi pelaku atau Justice Collaborator (JC), dalam kasus dugaan suap terkait pergantian antarwaktu anggota DPR RI periode 2019-2024. Pasalnya, Wahyu menyebut akan membongkar kasus yang menjeratnya hingga perhelatan Pilkada, Pileg dan Pilpres 2019.

“Kalau dia melapor akan diproses sesuai aturan. Apakah akan jadi terlindung? Akan diinvestigasi dulu apakah memenuhi syarat atau tidak,” kata Wakil Ketua LPSK, Maneger Nasution dikonfirmasi, Kamis (23/7).

LPSK tak mempermasalahkan jika Wahyu ingin mengajukan diri sebagai JC atau turut bekerja sama dengan aparat penegak hukum, untuk membongkar kasus yang menjeratnya. LPSK secara proaktif telah menawarkan sejumlah pihak yang terjerat menjadi JC. Namun, kata Nasution, pihaknya tidak bisa memaksa karena prinsip perlindungan yang dijalankan oleh LPSK bersifat kesukarelaan (volunteerism).

Terkait rencana Wahyu Setiawan menjadi JC, Nasution meminta agar tim pengacara mantan komisioner KPU tersebut mengajukan permohonan melalui LPSK. Dirinya menampik, anggapan jika lembaganya ingin ikut ‘cawe-cawe’ dalam pusaran kasus tersebut.

Nasution menegaskan, jika pihaknya hanya berkepentingan menjalankan aturan sesuai dengan prosedur dan koridor yang benar. “Kami hanya ingin menegaskan soal mandat yang diberikan Undang-undang kepada LPSK terkait penetapan status JC” tegas Nasution.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan