Ridwan Kamil Mimpi Naik Ambulans Tes Covid-19 dan Rapat dengan Jokowi

Jumat, 24 Juli 2020 12:04

Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. Foto: Instagram

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menegaskan, yang diperlukan dari seorang pemimpin di saat pandemi Covid-19 ialah kerja sungguh-sungguh.

Demikian salah satu poin yang disampaikan Kang Emil, panggilan Jabar 1, dalam acara RMInsight, Kamis (23/7). Acara yang dipandu awak Rakyat Merdeka dan digelar via Zoom.

Emil tampil santai, dengan kemeja putih lengan panjang dipadukan rompi taktis ciri khasnya. Bicaranya kalem, tetapi isinya banyak. Mulai dari strategi penanganan corona, cara menyadarkan masyarakat, hubungan dengan pemerintah pusat, koordinasi dengan bupati dan wali kota di Jabar, sampai soal mengatur emosi. Soal corona, Emil menganggap wabah ini sebagai ujian bagi para pemimpin.

Dari level presiden, kepala daerah, sampai kepala rumah tangga. Yang beratnya lagi, penanganan wabah ini belum ada contohnya. Karena baru terjadi, dan langsung menyebar di seluruh dunia.

“Keputusan saya berdasarkan informasi yang ada. Istilah saya, good data good decision. By data by decision,” tuturnya.

Sebelum virus itu menyebrang ke Indonesia awal Maret, Kang Emil sudah lebih dulu mempelajari dan mengantisipasi. Sejak Januari, dia sudah melakukan sosialisasi keganasan corona.

Puncaknya, di akhir Januari, dia mendeklarasikan Jabar Siaga I. Sayangnya, tidak semua pihak menerima keputusan ini.

“Saya sempat dimarahi, dikirimi WA oleh beberapa menteri. Karena pernyataan saya dianggap meresahkan. Padahal, maksudnya biar waspada. Covid sudah dekat, di tetangga,” kenangnya.

Komentar