Bunyi Petasan Jadi Penanda Dimulainya Tawuran, Begini Respons Polisi

Polisi berusaha berlindung saat mengamankan aksi tawuran remaja. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Aksi tawuran yang kerap terjadi di Jalan Barukang Raya untuk yang kesekian kalinya ini, kerap ditandai dengan bunyi ledakan petasan.

Bahkan tak jarang pasca tawuran pecah, banyak bungkusan alat peledak skala kecil itu yang berserakan di tengah jalan.

Informasi dari warga sekitar pun demikian. Setiap terdengar bunyi petasan, segerembolan remaja mulai berdatangan membawa busur dan bersiap menyerang.

Namun polisi membantah petasan itu sebagai penanda aksi saling serang itu dimulai.

“Petasan itu sering digunakan warga untuk melawan aparat maupun melawan yang lain. Jadi bukan (pertanda tawuran dimulai). Banyak modusnya,” kata Danru Unit 2 Patmor Polda Sulsel, Bripka Andhi, Jumat (24/7/2020).

Terakhir, tawuran lagi lagi pecah tadi malam sekitar pukul 19.15 Wita. Batu, sampah, busur dan petasan berserakan di tengah jalan.

Dengan senjata laras panjang, Tim Respon dan Tim Thunder berkali-kali melepaskan tembakan peringatan ke udara, untuk membubarkan warga yang berkerumun pasca tawuran itu pecah.

Namun tetap saja tak dipedulikan. Warga semakin geram, Masjid Nurul Huda juga menjadi sasaran para pelaku tawuran. Sebuah kamera pengawas atau CCTV dihancurkan oleh para pelaku.

“Tadi kami bubarkan aksi tawuran agar menghindari hal-hal yang lain kembali terulang. Karena kejadian sudah terjadi sejak sore (kemarin),” tambah Bripka Andhi.

Komentar

Loading...