Fee Proyek RSUD Gowa Diminta Ditelusuri, KPPU Proses Dugaan Monopoli

Dipantau Polda. Suasana gedung perawatan RSUD Syekh Yusuf Gowa, Rabu, 8 Juli. Polda Sulsel memantau proyek gedung berlantai 7 tersebut lantaran diduga bermasalah. (nurhadi/fajar)

FAJAR.CO.ID, GOWA- Fee proyek pembangunan gedung RSUD Syekh Yusuf mesti didalami. Penyidik harus memberi perhatian.

Ketua Advokasi Rakyat Sulsel, Hendrianto Jufri, mengemukakan, pihaknya akan terus mendesak penyidik Polda Sulsel untuk mendalami kasus dugaan korupsi dan pembagian fee proyek RSUD Syekh Yusuf.

“Ini harus diseriusi sebab proyek ini sudah menghabiskan Rp118 miliar,” ujar Hendrianto, Jumat, 24 Juli.

Menurutnya, proyek yang dikerjakan sejak 2017 hingga tahun ini menelan anggaran cukup besar. Anehnya, pekerjaan pada 2020 menelan anggaran Rp39,8 miliar. Padahal hanya untuk menuntaskan interior dan pengadaan lift.

“Sementara anggaran sebelumnya untuk pekerjaan utama, tak segitu besar anggarannya,” tambahnya.

Dia juga meminta penegak hukum dalam hal ini KPPU dan Polda Sulsel serius menangani kasus dugaan monopoli yang dilaporkan.

“PPK, Pokja, Pihak ketiga, dan semua pihak yang dianggap terlibat dalam dugaan kongkalikong harus segera diperiksa. Kasus ini perlu dibongkar,” tegas Hendrianto.

Kakanwil KPPU Makassar, Hilman Pujana, mengatakan, pihaknya sudah masuk dalam penegakan hukum kasus dugaan monopoli proyek di Gowa. Saat ini sementara klarifikasi ke semua pihak yang dianggap terlibat.

“Akan kita sampaikan juga kalau selesai. Biarkan KPPU menangani,” kata Hilman, Jumat, 24 Juli.

Untuk penanganan perkara tersebut lanjutnya, belum bisa memberikan keterangan lebih detail. Sebab, masih sebatas meminta klarifikasi atas laporan yang diterima.

Komentar

Loading...