Khatib Jumat di Hagia Sophia Pegang Pedang Sambil Khutbah, Apa Maknanya?


FAJAR.CO.ID, ISTANBUL– Setelah lebih dari delapan dekade dijadikan museum, kini ikon Turki, Hagia Sophia kembali dijadikan Masjid. Jumat (24/7) kemarin, merupakan hari pertama Ummat Islam Turki melakukan Salat di arsitek peninggalan Bizantium itu.

Antusias dari warga Turki untuk melakukan Salat di Hagia Sophia tak terbendung. Puluhan ribu orang ikut merasakan ketenangan Salat dalam Hagia Sophia, termasuk Presiden Turki, Erdogan dan para pejabat tinggi Turki.

Ada yang unik dari Jumat pertama di Hagia Sophia kemarin. Terlihat Kepala Kepresidenan Urusan Agama Turki (Diyanet), Ali Erbaş yang ditunjuk untuk membawakan khutbah Jumat. Ali Erbas terlihat di atas mimbar dengan memegang sebuah pedang. Lantas apa maknanya?

Ritual membawakan khutbah dengan pedang, diklaim merupakan tradisi sejak era Ottoman. Ini memiliki makna yang berbeda tergantung pada cara pedang itu ditangani dan di mana ia digunakan.

Dilansir situs hurriyetdailynews, jika pedang dipegang di tangan kanan oleh khatib, hal ini bertujuanuntuk menakut-nakuti musuh. Ini merupakan tradisi secara turun temurun sejak era Ottoman.

Sementara pedang yang dipegang di tangan kiri oleh khatib, bertujuan untuk memberikan kepercayaan kepada musuh. “Tradisi ini akan berlanjut dalam setiap doa Jumat di Hagia Sophia”, kata Ali Erbaş.

Sebelumnya Hagia Sophia dijadikan sebagai gereja selama 916 tahun. Kemudian penaklukan Istanbul dan dijadikan sebagai Masjid dari tahun 1453 hingga 1934, hampir setengah milenium.

Komentar

Loading...