Mendagri Tunggu Putusan MA soal Pemakzulan Bupati Jember

Bupati Jember Faida berjalan di lorong gedung dewan setelah bertemu panitia angket di DPRD kemarin (20/1/2020). (DWI SISWANTO/JAWA POS RADAR JEMBER)

FAJAR.CO.ID,JEMBER — Pemerintah pusat memastikan akan menghormati proses politik yang terjadi di Kabupaten Jember. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan akan menjalankan apa pun keputusan Mahkamah Agung (MA).

Kepastian itu ditegaskan langsung oleh Mendagri Tito Karnavian kemarin.

”Nanti Mendagri memberikan keputusan berdasarkan pengujian dari Mahkamah Agung,” ujarnya. Tito menjelaskan, pihaknya tidak memiliki kemampuan untuk menilai apakah anggapan DPRD Jember terhadap Bupati Faida tepat atau tidak. Karena itu, sesuai ketentuan UU Pemda, keputusan hak menyatakan pendapat (HMP) dalam sidang paripurna harus diteruskan ke MA untuk dilakukan uji materiil. MA akan membuktikan apakah pemberhentian bupati sudah cukup alasan atau tidak.

”Di situ tentu ada hak untuk membela diri dari yang dimakzulkan, katakanlah begitu bupati Jember,” imbuhnya. Apa pun hasil keputusan MA akan disampaikan ke Mendagri melalui pengajuan DPRD. Karena itu, Kemendagri juga menghormati proses hukum yang berlaku.

Tito menjelaskan, HMP dalam sidang paripurna merupakan proses yang konstitusional. Yang terpenting, prosesnya harus sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komaruddin mengatakan, dalam kasus seperti itu, pemerintah pusat harus berada dalam posisi netral. Sebab, jika terlihat melakukan proses politik, hal tersebut akan memberikan kesan buruk. ”Menyerahkan ke mekanisme hukum adalah jalan yang terbaik,” ujarnya. Agar proses hukum berjalan adil, dia berharap tidak ada satu pihak pun yang melakukan proses lobi untuk memengaruhi putusan MA.

Komentar

Loading...