Anies Baswedan: Hentikan Segala Macam Fitnah kepada Tenaga Kesehatan

Anies Baswedan. (int)

FAJAR.CO.ID — Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, mengakui bahwa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) adalah strategi untuk mengulur waktu sehingga pemerintah bisa mempersiapkan fasilitas kesehatan yang cukup untuk menangani wabah COVID-19.

Anies menyebutkan, pada awal kemunculan COVID-19 banyak yang belum diketahui oleh pemerintah dan masyarakat tentang virus tersebut, bagaimana cara penanganannya, dan sebagainya. Ketika itu kapasitas test dan jumlah tempat tidur di rumah sakit juga masih terbatas.

“Memang tidak ada satu pun kota di dunia, negara di dunia yang siap untuk menghadapi wabah seperti ini. Nah bila kapasitas pelayanan kesehatan itu sampai jumlahnya kecil daripada kasus positif yang membutuhkan perawatan, maka sistem kita ambruk,” kata Anies dalam video yang disiarkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Sabtu (25/7/2020).

Menurut Anies, sistem ambruk dikarenakan jumlah yang membutuhkan rumah sakit lebih banyak dari fasilitas yang ada.

Untuk menghadapi semua itu, pada masa awal pandemi strategi yang dilakukan Jakarta dengan melakukan pembatasan sosial sosial dengan ketat atau PSBB. Dalam proses ini, masyarakat diminta tidak berkegiatan di luar rumah dengan harapan bisa memperlambat laju penyebaran.

Sementara itu, Pemprov DKI aktif melakukan peningkatan kemampuan testing, peningkatan kapasitas rumah sakit. Langkah tersebut dilakukan lewat kerjasama dengan sejumlah pihak.

Sehingga ketika PSBB mulai dilonggarkan, masyarakat mulai memasuki masa transisi, Jakarta sudah memiliki kapasitas rumah sakit yang cukup, kemampuan testing yang amat tinggi.

Komentar

Loading...