Pemakzulan Bupati Jember Tinggal Menunggu Waktu

Bupati Jember Faida

FAJAR.CO.ID, JEMBER — Pakar hukum tata negara Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) Adam Muhsi mengatakan, pemakzulan Bupati Jember Faida, secara hukum tinggal menunggu putusan Mahkamah Agung (MA) yang bersifat final.

”Hak menyatakan pendapat DPRD Jember yang berujung pada pemakzulan atau pemberhentian bupati Jember masih bersifat politik. Sehingga DPRD Jember memecat secara politik bahwa Faida bukan lagi bupati Jember,” kata Adam Muhsi seperti dilansir dari Antara di Jember.

Menurut dia, usul pemberhentian bupati Jember harus dibuktikan secara hukum di Mahkamah Agung. Sehingga, apa yang dituduhkan atau pendapat DPRD terhadap pelanggaran yang dilakukan bupati akan diuji di MA sesuai dengan Undang-Undang tentang Pemerintahan Daerah.

”MA memiliki waktu selama 30 hari untuk menguji berkas usul pemakzulan bupati Jember yang dikirim oleh DPRD Jember. MA tentu akan meminta jawaban Bupati Faida terkait hal itu agar berimbang,” kata Adam Muhsi.

Dia mengatakan, apabila MA memutuskan bupati Jember bersalah karena melakukan pelanggaran, DPRD harus menindaklanjuti dengan mengusulkan pemberhentian Faida sebagai bupati kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri). ”Meskipun nanti DPRD tidak mengusulkan, Mendagri bisa memakai fatwa MA tersebut untuk membuat keputusan pemberhentian bupati Jember,” ucap Adam Muhsi.

Dia menjelaskan, Faida tidak memiliki kewenangan sebagai bupati Jember apabila sudah ada surat keputusan (SK) pemberhentian dari Mendagri. Namun, selama belum ada SK masih mempunyai kewenangan menjadi bupati.

Komentar

Loading...