Warga Binaan Pinrang Dilatih Menjahit, Buat Batu Merah, hingga Hafiz Quran


FAJAR.CO.ID, PINRANG– Untuk tingkatkan produktivitas , warga binaan pemasyarakatan ( WBP), Rutan Pinrang diberi keterampilan menjahit, buat mebeler, dan batu merah.

Karutan Pinrang, Imran, Minggu (26/7) menjelaskan, ada 6 orang WBP yang menjahit pakaian. Hingga saat ini, mereka sudah membuat 2 ribu masker non medis, berbagai order pakaian dari berbagai instansi juga diselesaikan.

Bahkan Kakanwil Kemenkumham Sulsel, Harun Sulianto ikut menjahitkan pakaian dinasnya. Para warga binaan ini sudah mendapat pelatihan dari Dinas Tenaga Kerja setempat.

Dalam produksi mebeler, ada 5 orang WBP yang dipekerjakan. Kapasitas produksinya hanya puluhan set per bulan. “Hanya saja produksinya setengah jadi, hanya membuat rangka mebeler. Sudah ada langganan tetap,” kata Imran.

Sedang untuk pembuatan batu merahm ada 7 orang WBP yang berproduksi. Pemasaran batu merah pun sudah dilakukan sampai di luar kota. Puluhan ribu batu merah telah diproduksi setiap harinya dan kualitasnya sudah diakui oleh konsumen.

“Keuntungan kegiatan produksi ini disetorkan ke kas negara sebagai PNBP ( penerimaan negara bukan pajak) yang merupakan resolusi pemasyarakatan tahun 2020,” kata Imran.

Selain pembinaan kemandirian, ada juga pembinaan kepribadian dengan membentuk program Hafiz Quran (Hizan).

Tujuannya untuk meningkatkan nilai-nilai spiritual Warga Binaan, mendekatkan kepada Alquranul Qarim. “Awal terbentuknya, karena ada lomba menghafal surah pendek, warga binaan antusias mengikuti kegiatan tersebut, akhirnya kami memfasilitasi warga binaan yang berminat mengikuti program hafiz,” jelas Karutan Pinrang.

Komentar

Loading...