Air Terjun Bantimutung Gallang, Ramai Pengunjung tetapi Tidak Terawat

Butuh Perhatian. Dua orang pengunjung berfoto di air terjun Bantimurung Gallang di Desa Pao, Kecamatan Tombolopao Gowa, Minggu, 26 Juli. Destinasi ini cukup menarik namun tidak terawat. (RUDIANSYAH/FAJAR )

FAJAR.CO.ID, GOWA — Air terjun Bantimurung Gallang di Kabupaten Gowa sangat memesona. Namun destinasi ini tidak terawat.

Air terjun ini memiliki tujuh pancuran. Namun saat ini tak terlihat lagi lantaran tertutup tumbuhan liar. Selain alamnya indah, destinasi ini juga memiliki nilai budaya. Merupakan bekas wilayah kerajaan kecil di Gowa yang dipimpin Arung Pao.

Lokasi air terjun juga merupakan tempat eksekusi pelaku asusila di zaman kerajaan dulu.

Pengelola Bantimurung Gallang, Hamdan, berharap pemerintah memberikan perhatian. Salah satunya, pembenahan area airterjun serta akses jalan. Sebagian jalan belum diaspal. Jalan masih berupa batu.

“Kami sangat berharap pemerintah provinsi dan kabupaten beri perhatian ke sini,” harap Hamdan, Minggu, 26 Juli.

Setidaknya membangkitkan budaya kata Hamdan. Dia juga berharap tempat ini menjadi destinasi wisata terbaik di Sulsel. Menurutnya banyak turis sering berkunjung, namun dia merasa malu lantaran infrastrukturnya tidak mendukung.

“Daya tariknya, selain air terjun juga bisa melihat pelangi. Makanya ramai dikunjungi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, perkakas kerajaan masih tersimpan sampai sekarang. Hamdan sangat menyayangkan jika kampung bersejarah ini tidak diperhatikan.

“Sekarang (perkakas, red) kurang terawat. Bisa dilihat barang peninggalannya,” tuturnya.

Warga Desa Pao, Daeng Pole, juga menyayangkan jika air terjuan ini diabaikan begitu saja. Menurutnya, jika infrastruktur diperbaiki, maka pengunjung semakin banyak. Selain destinasi alam, juga bisa dijual wisata budaya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar