Demi Panen Madu, Menunggu Setahun Lamanya

Haris, 30 tahun. Warga yang tinggal di Dusun Malenteng, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa

FAJAR.CO.ID, GOWA — Pria yang satu ini terbilang tangguh. Kesabarannya saat mencari madu di tengah hutan belantara seorang diri sangat nekat.

Namanya Haris, 30 tahun. Warga yang tinggal di Dusun Malenteng, Desa Erelembang, Kecamatan Tombolo Pao, Kabupaten Gowa ini rela keluar masuk hutan demi mencari madu.

Terkadang ayah satu anak ini harus menempuh perjalanan hingga berkilo-kilo meter, agar bisa mendapat sarang lebah lalu ditandai dan menunggu hingga waktu panen tiba.

“Kita berangkat pagi. Kalau sudah dapat (madu), kita tandai lalu cari lagi. Tidak langsung diambil. Tunggu waktunya untuk panen sampai sebulan, dua bulan, hingga setahun,” kata Haris di rumahnya, Senin (27/7/2020).

Haris bebas memasuki hutan saat mencari madu. Karena di sana tidak dimiliki oleh atas nama siapa pun. Hanya saja warga di sana dituntut untuk tetap menjaga, agar alam juga memberikan hasilnya kepada warga sekitar.

Untuk mencari madu untuk dijual ke pasar, Haris mesti berangkat saat matahari terbit dan pulang saat matahari terbenam dengan hanya berjalan kaki.

Jika waktu panen tiba, Haris pergi ke kota untuk menjual madu tersebut. Namun sayang, hasil jerih payahnya kadang tak terbayarkan.

“Kadang dijual di pasar tapi tidak terlalu laku. Mending saya jual ke tetangga saja sebanyak satu atau dua botol,” tambahnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...