Fadli Zon Minta Program POP Mendikbud Nadiem Makarim Dihentikan, Ini Lima Alasannya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Fadli Zon

“Anggaran yg sangat besar itu sebaiknya digunakan untuk membantu siswa, guru, serta penyediaan infrastruktur, termasuk di daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar), agar kegiatan PJJ berjalan lancar dan semua siswa mendapatkan hak dalam menerima pembelajaran.” Imbuh Fadli.

Ketiga, proses seleksi bermasalah. Sejak awal, seleksi yg dilakukan Kemendikbud terbukti bermasalah. “Saya membaca, awalnya ada organisasi besar sebenarnya tak ikut seleksi, tapi diminta untuk ikut oleh kementerian dua hari sebelum penutupan.” Ucap Fadli

“Ini kan aneh dan sangat tidak profesional. Lalu, dalam proses seleksi administrasi, mereka sebenarnya juga tak lolos, tapi terus diminta ikut dan melengkapi persyaratan oleh panitia. Ada kesan organisasi massa besar diajak hanya untuk melegitimasi semata program ini.” Sambungnya.

Keempat, lanjutnya, kementerian mengabaikan rekam jejak organisasi yang terlibat dalam program ini. Basisnya hanya seleksi proposal melalui ‘blind review’, tanpa mengevaluasi latar belakang dan kompetensi organisasi pengusul.

“Mestinya para pejabat di Kemendikbud paham mereka bukan sedang menseleksi artikel jurnal, atau ‘beauty contest’ gagasan pendidikan, tapi menseleksi program pemerintah,yang kunci keberhasilannya bukan hanya tergantung pada “bagaimana programnya”, tapi juga pada “apa dan bagaimana organisasi pengusulnya”. Tutur Fadli Zon.

Dia mengatakan, mundurnya Muhammadiyah dan NU, dua lembaga keagamaan yang memang juga bergerak dalam bidang pendidikan dan kemasyarakatan, harus dibaca sebagai bentuk protes sekaligus ekspresi ketidakpercayaan terhadap Kemendikbud.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...