Kabareskrim Tetapkan PU Tersangka, Ini Alasannya

PIMPIN LANGSUNG: Kabareskrim KJP Listyo Sigit Prabowo didampingi Kadivhumas IJP Raden Prabowo Argo Yuwono, Kadivpropam IJP Ignatius Sigit Widiatmono, dan Karo Penmas Divhumas BJP Awi Setiyono pada Senin (27/07) pukul 17.31 di Gedung Bareskrim Polri (Bareskrim Polri for RadarMadura.id)

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Bareskrim Polri akhirnya menetapkan BJP Prasetijo Utomo (PU) sebagai tersangka kasus keluar masuknya buron Joko Soegiarto Candra (JSC). Pengumuman penetapan BJP PU sebagai tersangka disampaikan langsung Kabareskrim KJP Listyo Sigit Prabowo di Gedung Bareskrim Polri, Senin (27/7) sekitar pukul 17.31.

Perkembangan penanganan kasus yang menyeret BJP PU disampaikan sebagai bentuk transparansi Polri terhadap publik yang menunggu penanganan kasus tersebut. Penetapan tersangka dilakukan setelah dilaksanakan gelar perkara. Gelar perkara diikuti oleh Itwasum Polri, Divpropam, Rowasidik, para Direktur dan seluruh penyidik.

“Dari hasil gelar tersebut, maka hari ini kami menetapkan BJP PU sebagai tersangka,” ujar Kabareskrim KJP Listyo Sigit Prabowo.

Menurut Sigit, BJP PU diduga membuat surat palsu dan menggunakan surat palsu. Penyidik telah melaksanakan pemeriksaan beberapa keterangan saksi yang bersesuaian dan mendapatkan barang bukti sekaligus juga sudah didalami terkait dengan objek perkara. Mulai surat jalan nomor 77 tanggal 3 Juni 2020, surat keterangan pemeriksaan Covid-19 nomor 990, surat jalan nomor 82 tanggal 18 Juni 2020 atas nama JSC.

“Dua surat jalan tersebut dibuat atas perintah tersangka BJP PU,” kata Listyo Sigit Prabowo.

Kemudian, sambung Listyo Sigit Prabowo, surat keterangan pemeriksaan Covid-19 nomor 1561 dan surat rekomendasi Kesehatan nomor 2214 yang dibuat di Pusdokkes Polri, BJP PU telah menyuruh, membuat dan menggunakan surat palsu tersebut. Sementara peran saudara AK dan JSC sebagai pengguna surat palsu tersebut.

Komentar

Loading...