Kader Gus Dur Sebut Presiden Jokowi Tak Adil pada Relawan Pilpres 2019

Sekjend DPP BGD (Barisan Kader Gus Dur) Pasangharo Rajagukguk

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menyusul terjadinya polemik pemberitaan media akhir-akhir ini terkait rebutan jabatan komisaris dan jabatan lainnya di pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin, Sekjend DPP BGD (Barisan Kader Gus Dur) Pasangharo Rajagukguk menilai kalau Presiden Jokowi memang tidak adil dalam memberikan reward pada relawan di pilpres 2019 lalu.

“Padahal untuk putri Gus Dur, Zannuba Arifah Chafshoh atau Yenny Wahid seharusnya menjadi menteri. Tapi, ditempatkan sebagai komisaris PT. Garuda Indonesia,” demikian Pasangharo pada wartawan di Jakarta, Senin (27/7/2020).

Karena itu kata mantan anggota TKN Jokowi – Amin itu, wajar kalau ada politisi harus marah-marah ke Menteri Erick Thohir hanya akibat timnya tidak mendapatkan jabatan yang layak. Tapi bagi BGD, jabatan itu tidak perlu dikejar-kejar secara berlebihan.

Baca juga: Tak Punya Celah Serang Ustaz Hilmi, Buzzer Penyerang Ulama Pilih Bertobat

Hanya saja menurut Pasangharo, saat ini ada ketidakadilan dimana yang berjuang sekuat tenaga, pikiran dan waktu dalam kampanye pilpres 2019 lalu malah kurang mendapat perhatian, reward, dan bahkan hanya menjadi penonton. “Sementara yang santai-santai saja justru mendapat tempat khusus dan karpet merah oleh Istana Negara,” katanya kecewa.

Padahal menurut Pasangharo, untuk mensinergikan sistem pemerintahan perlu ada penyelenggaraan pemerintahan yang harmonis saat perjuangan memenangkan pilpres lalu itu, sesuai porsi masing-masing agar tujuan pemerintahan yang stabil dalam rangka negara kesejahteraan (welfare state) bisa terwujud.

Komentar

Loading...