Kalau Terjadi Apa-apa, Rai Darmadi: JRX yang Bertanggung Jawab

Jerinx SID di antara pendemo menolak rapid dan swab test. Foto: Instagram/jrxsid ?

FAJAR.CO.ID, DENPASAR — Kasatpol PP Bali, Dewa Nyoman Rai Darmadi menyayangkan demonstrasi tolak rapid test dan swab test di Renon, Denpasar, Minggu (26/7).

Menurutnya, aksi tersebut melanggar protokol kesehatan. Dimana para demonstran tidak memakai masker dan tidak berjaga jarak.

Dia pun menganggap penggebuk drum dari band Superman Is Dead, JRX telah mengajak orang lain untuk tidak mematuhi aturan protokol kesehatan.

Sehingga aksi itu berpotensi menimbulkan klaster baru penyebaran Covid-19. “Ya, mudah-mudahan saja tidak terjadi apa-apa. Kalau seandainya terjadi biar JRX yang bertanggung jawab. Kenapa dia mengajak orang tidak mematuhi itu,” kata Rai Darmadi, Senin (27/7).

Dijelaskannya bahwa seharusnya masyarakat tidak boleh meremehkan virus Covid-19. Seharusnya masyarakat tetap waspada.

Termasuk menghindari kerumunan seperti aksi demonstrasi tersebut. “Kita tidak pernah tahu bahwa yang kita ajak serta (di aksi demonstrasi)

di sekitar kita saat itu mungkin saja OTG. Jangan kita meremehkan virus ini. Virus ini tidak kelihatan.

Kalau ada yang merasa kebal tidak bisa kena virus silahkan. Tapi, jangan ajak-ajak orang lain untuk kena sakit,” tegasnya.

Kata dia, bahwa aksi demonstrasi memang dilindungi undang-undang. Di mana setiap warga negara diberikan hak untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum.

Namun, seharusnya aksi yang dilakukan harus sesuai protokol penanganan covid-19.

Komentar

Loading...