Koperasi Hadapi Ujian Berat di Tengah Pandemi

Senin, 27 Juli 2020 22:27
Belum ada gambar

Menkop UKM RI Teten Masduki (DOK.JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, BALI– Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi dua sektor yang menghadapi badai besar selama pandemi Covid-19 melanda. Karena kedua sektor ini dihadapkan pada masalah yang sama, yakni sisi produksi, pemasaran dan pembiayaan.

Demikian diungkapkan Menteri Koperasi dan UKM RI, Teten Masduki dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Dinas Koperasi UMKM Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena pada perayaan Hari Koperasi ke-73 di Sanur, Senin (27/7).

Menurut Teten dalam sambutannya, untuk mengatasi kondisi ini, ke depan Koperasi dan UMKM juga ditutut menghadirkan visi baru di tengah perubahan sosial ekonomi yang sangat dinamis ini. “Dunia usaha, terutama koperasi dan usaha mikro kecil menengah (UMKM), mengalami dampak paling berat dari sisi produksi, pemasaran dan pembiayaan,” beber Erwin.

Selain itu, pada masa pandemi ini, tantangan baru yang dihadapi dunia perkoperasian nasional tidak hanya sekadar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan inovasi produk. Namun menjadi momentum untuk menghadirkan visi baru di tengah perbuhan sosial ekonomi yang sangat dinamis.

Lebih lanjut diungkapkan, koperasi harus masuk ke sektor ekonomi unggulan nasional yakni pangan, komoditi, maritim, pariwisata dan industri pengelohan. Karena masa depan Indonesia berada pada generasi melenial sehingga koperasi juga harus masuk pada sektor ekonomi kreatif, di mana anak muda saat ini banyak terlibat dalam sektor tersebut.

Sementara itu, Erwin Suryadarma menambahkan, pihaknya selaku pembina koperasi sudah mengeluarkan edaran agar koperasi tetap bisa bertahan dan memberikan perhatian kepada anggota sehingga bisa bertahan dalam susasana seperti ini. “Koperasi harus menjaga likuiditas, memberi kemudahan kepada anggota, relaksasi dan restrukturisasi,” terangnya.

Demikian dia mengakui, saat ini pihaknya telah membantu 157 koperasi untuk mendapatkan dana stimulus dari Pemprov Bali masing-masing Rp 10 juta yang dapat digunakan untuk dana operasional seperti bayar listrik, air hingga gaji karyawan. Di samping itu, pihaknya juga membantu koperasi mendapatkan dana LPDB yang dikucurkan pemerintah pusat sekitar Rp 1 triliun khusus diberikan kepada koperasi di seluruh Indonesia, terutama koperasi yang mengalami kekurangan likuiditas.

(bx/gek/man/JPR)

Bagikan berita ini:
7
8
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar