Korut Salahkan Pembelot yang Kembali dari Korsel

Senin, 27 Juli 2020 18:26

Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un bersama para tentaranya-- (Atlantico FR)

Perbatasan Kaesong merupakan salah satu titik yang dijaga paling ketat oleh militer dua negara. Ladang ranjau dan pos penjagaan di sana membuat pembelot enggan mendekat. Namun, militer Korsel memang membenarkan laporan tentang pria 24 tahun yang masuk Kaesong dan menyeberang ke Korut. Pemuda tersebut diburu polisi Korsel atas tuduhan pemerkosaan.

Sementara itu, sejumlah pakar meragukan klaim Korut bahwa virus baru masuk pada musim panas ini. Mereka yakin aktivitas penyeberangan ilegal di perbatasan Korut-Tiongkok telah membuat virus masuk ke negara tersebut.

’’Alasan kenapa mereka (pemerintah Korut, Red) mengumumkan kasus ini adalah untuk melabeli pembelot sebagai individu yang berbahaya,’’ ujar Go Myong-hyun, pengamat dari Asan Institute for Policy Studies, kepada Agence France-Presse.

Dunia memang sedang resah menghadapi ancaman gelombang kedua pandemi Covid-19. Hal tersebut terbukti dari kasus baru selama Juli yang mencapai 5 juta jiwa. Sepertiga dari total kasus sejak wabah global itu muncul pada awal tahun.

Yang paling terdampak adalah Amerika Serikat (AS). Jumlah korban jiwa Covid-19 di sana dalam empat hari terakhir mencapai seribu pasien. Hal tersebut membuat total korban tewas menjadi 146 ribu.

Di Eropa momok gelombang kedua juga mulai membayang. Beberapa negara sudah mengumumkan larangan bepergian ke Spanyol. Salah satunya, pemerintah Inggris. Negeri Ratu Elizabeth II itu juga meminta warga Inggris yang baru datang dari Spanyol melakukan karantina mandiri.

Bagikan berita ini:
6
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar