Patung Presiden Pertama RI Soekarno Roboh di Pulau Perbatasan Filipina

Patung Presiden Pertama Soekarno di Pulau Marore Perbatasan Indonesia Filipina yang berdiri kokoh sebelum roboh. -- manado post

FAJAR.CO.ID, MANADO — Patung Presiden pertama Republik Indonesia Soekarno di Pulau Marore, roboh akibat terpaan angin kencang yang terjadi pada pertengahan bulan Juli lalu.

Menurut Camat Kepulauan Marore Imelda Lawendatu SSTP, saat peristiwa terjadi kondisi angin sangat kencang dan patung yang berdiri megah itu jatuh dan saat ini telah diamankan pihak kecamatan.

“Pada pertengahan bulan Juli tepatnya tanggal 18 Juli 2020 sekira pukul 13.30 Wita angin sangat kencang, sehingga mengakibatkan patung Soekarno tersebut roboh,” jelasnya.

Dia mengatakan, dugaan masyarakat Marore patung yang dibuat kisaran tahun 2015 itu tidak kuat dikarenakan proyeknya tidak selesai dengan baik.

“Berbagai sumber menyebutkan sebenarnya patung tersebut akan dibangun di pusat Kota Tahuna namun kemudian dipindahkan di pulau perbatasan. Bung Karno sendiri, merupakan pemimpin yang banyak dikagumi oleh orang-orang kepulauan di Nusa Utara,” ujarnya.

“Kami berharap agar patung ini dapat berdiri kembali karena ada kebanggaan tersendiri ketika patung Presiden pertama Indonesia ini berada di wilayah perbatasan,”pungkas masyarakat marore. (jpg/fajar)

loading...
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Komentar

Loading...