Pengangguran Dibayar Rp8,7 Juta Sebulan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Business Insider)

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON– Kali ini, kebijakan Presiden Amerika Donald Trump mendapat dukungan publik setelah ekonomi di Negeri Paman Sam itu mulai rontok dihantam pandemi Covid-19. Salah satunya memperpanjang pemberian tunjangan penganggurang hingga akhir tahun.

”Kebijakan tersebut telah mendapatkan persetujuan dari Trum, namun anggaran yang disediakan, mungkin sedikit berbeda (Pemotonga, Red) dan sebelumnya,” terang Menteri Keuangan Amerika Serikat Steven Mnuchin, Minggu (26/7).

Pemerintah setempat meyakini, stimulus ini bisa berimplikasi positif dalam menata gejolak ekonomi yang terus dibenahi. ”Trump memang mendukung perpanjangan tunjangan pengangguran, sekaranng sedang dikalkulasi,” jelasnya kepada AFP.

Ditambahkannya, pemerintah dan kongres AS telah berupaya untuk mencapai kesepakatan soal paket bantuan berikutnya karena tunjangan pengangguran, yang ditingkatkan menjadi 600 dolar AS (sekitar Rp8,7 juta) per minggu dan disetujui Kongres pada awal pandemi, berakhir pada 31 Juli.

Mnuchin menambahkan, perhitungan angka ini telah disampaikan pada Jumat (24/7) dengan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat dan pejabat tinggi Partai Demokrat di Kongres, Nancy Pelosi.

”Dalam pembicaraan kami, disimpulkan bahwa perpanjangan asuransi pengangguran yang bersifat jangka pendek. Ada rencanya dilonggarkan hingga satu tahun,” jelas Mnuchin di gedung Capitol.

Di gedung itu pun hadir Kepala Staf Gedung Putih Mark Meadows yang juga tengah bertemu dengan staf Pemimpin Mayoritas Senat Mitch McConnell dalam upaya menyelesaikan detail paket bantuan.

Komentar

Loading...