Pengaruh Drakor, Kim Jong Un Siapkan Hukuman Mengerikan

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, PYONGYANG -- Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un khawatir tentang meningkatnya pergaulan di kalangan remaja yang kini mengalihkan perhatiannya pada budaya pop. Menurut situs web Radio Free Asia (RFA) yang didukung AS, rezim Kim mengancam hukuman brutal jika ada yang nekat menonton drama Korea Selatan.

Seorang pejabat senior pemerintah mengungkapkan, mayoritas warga Korea Utara cukup besar yakni 25 juta orang di negara itu menonton program televisi dan film dari Korea Selatan. Seorang penduduk Chongjin, ibukota provinsi Hamgyong Utara, mengatakan ada 70 persen yang menonton drama Korea Selatan.

“Menurut pembicara dalam video itu, 70 persen penduduk di seluruh negeri menonton film dan drama Korea Selatan,” kata sumber tersebut seperti dilansir dari Express.co.uk, Senin (27/7).

Dalam video itu, seorang pejabat dari Komite Sentral Partai Buruh Korea membahas upaya untuk menghilangkan pengaruh Korea Selatan dan apa saja hukumannya. Dan orang dalam partai tersebut mengungkapkan salah satu hukumannya adalah dengan mencukur kepala pelanggar.

“Lusinan pria dan perempuan dicukur kepalanya dan mereka dibelenggu ketika penyelidik menginterogasi mereka,” tambahnya.

Dan hukuman itu kemungkinan akan ditingkatkan lagi levelnya. “Mulai bulan ini, pihak berwenang akan menggunakan berbagai teknik, termasuk hukuman yang lebih berat, untuk mencegah penyusupan lebih lanjut dari budaya Korea Selatan,” tambahnya.

Pejabat itu menambahkan pada bulan Mei, total 70 orang muda ditangkap karena melawan dalam hal budaya dan pemikiran. Para pemuda yang ditangkap diduga gagal melindungi identitas dan etnis mereka dengan meniru dan menyebarkan kata-kata dalam pengucapan aksen Korea Selatan.

“Dari beberapa waktu lalu di Pyongyang, tren menonton film dan drama Korea Selatan dan meniru kata-kata dan tulisan Korea Selatan masih terjadi di kalangan anak muda. Invasi budaya Korea Selatan akan jauh lebih parah di masa depan,” kata pejabat tersebut.

Kim menyesalkan adanya invasi budaya kapitalis di masa lalu. Pada Mei, surat kabar resmi Korea Utara, The Rodong Shinmun, mengatakan agar anak muda di Korea Utara tidak terpengaruh pada budaya asing termasuk lagu dan film.

Hukuman Mati

Pada 2014, dalam laman independent.co.uk, Korea Utara dilaporkan secara terbuka mengeksekusi (menghukum mati) sedikitnya 50 orang. Termasuk beberapa pejabat partai karena menonton drama Korea Selatan.

Menurut National Intelligence Service (NIS) Korea Selatan, Pyongyang telah menghukum sekitar 10 pejabat dari Partai Pekerja Kim Jong-un. Mereka terbukti menonton drama Korea Selatan. (jpc/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan