PLN di Jurang Kebangkrutan, Said Didu Sebut Lima Alasan Utang Menumpuk

Said Didu. (Int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– PT PLN (Persero) menghadapi kinerja keuangan yang berat. BUMN setrum itu terancam kolaps karena terlilit utang hingga ratusan triliun.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu mengungkapkan ada lima penyebab utang PLN menggunung.

“Penyebab PLN berada di jurang kebangkrutan krn utang al: 1. Penugasan pemerintah yg tdk layak. 2. Pemaksaan memiliki saham PLN ke pembangkit swasta,” tulisnya di akun Twitter pribadinya, Senin (27/7/2020).

“3. Pelemahan nilai tukar rupiah. 4. “Tekanan” para tokoh yg jadi pemilik pembangkit ke PLN. 5. Utang pemerintah ke PLN,” lanjutnya.

Diketahui, utang pemerintah senilai Rp 45,42 triliun ke perusahaan belum juga dibayar. Utang itu berasal dari kompensasi tarif selama 2 tahun karena kebijakan Presiden Jokowi tidak menaikkan tarif listrik.

Selain itu, PLN terlilit utang hingga Rp 500 triliun, akibat kebiasaan perusahaan mencari pinjaman Rp 100 triliun setiap tahun selama lima tahun terakhir.

Utang tersebut untuk membiayai proyek kelistrikan 35.000 MW yang merupakan penugasan pemerintah sejak 2015.

Keresahan nasib PLN berpotensi kolaps juga pernah disampaikan Ketua Komisi VI DPR, Aria Bima.

Dalam rapat dengar pendapat dengan Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini bulan lalu, Aria bertanya kepada Zulkifli mengenai dampaknya ke PLN apabila pemerintah tidak segera membayar utang Rp 45,42 triliun tersebut. Ia khawatir karena ada kabar PLN terancam bangkrut pada Oktober 2020.

Komentar

Loading...