Seleksi CASN Ditiadakan, Pemda Masih Andalkan Tenaga Honorer

Ilustrasi aksi honorer k2-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pemkot Makassar tak bisa merekrut CASN. Tenaga honorer pun masih jadi andalan.

Keinginan Pemkot Makassar menambah aparatur sipil negara atau ASN harus tertunda. Ini setelah seleksi CASN tahun ini resmi ditiadakan.

Plt Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Basri Rakhman, mengatakan, pemerintah masih kekurangan ASN. Otomatis kinerja saat ini cukup bertumpu lewat tenaga honorer.

“Kalau bicara kebutuhan, sebenarnya kita kekurangan ASN. Kalau kita lihat sekarang, pemerintahan jalan juga karena ditopang tenaga honorer,” ujarnya kepada FAJAR, Minggu, 26 Juli.

Sesungguhnya Pemkot Makassar berharap pemerintah tiap tahun membuka formasi ASN. Akan tetapi, dengan situasi saat ini Basri mengerti keputusan pemerintah meniadakan penerimaan untuk pendaftaran CASN 2020.

“Apalagi proses penerimaan CASN 2019 ini juga baru mau jalan. Tetapi kita berharap kesempatan untuk menjadi ASN tetap terbuka. Karena ke depan kebutuhan ASN di pemerintahan bakal cukup mendesak,” terangnya.

Basri menjelaskan, sektor yang berhubungan dengan pelayanan sangat butuh ASN saat ini. Dari tenaga guru, kesehatan, hingga di tingkat kelurahan.

Pemkot Makassar pun sempat berpolemik penggunaan dana kelurahan lantaran minimnya perangkat lurah yang berstatus ASN.

“Bayangkan saja di lurah ada yang cuma dua ASN-nya. Lurahnya sendiri sama sekretarisnya. Selebihnya honorer,” beber Basri.

Komentar

Loading...