Aturan Baru, Jenazah Bisa Tunggu Hasil Swab Selama 24 Jam

Ilustrasi pemakaman jenazah covid-19-- (Dok. Kemensos)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Polemik pemulasaran jenazah terduga Covid-19 kini teratasi. Jenazah bisa menunggu 24 jam hingga hasil tes keluar.

Jika selama ini jenazah terkait Covid-19 yang dahulu disebut pasien dalam pengawasan (PDP) hanya bisa menunggu maksimal 4 jam sebelum dimakamkan, maka kini ada pelonggaran.

Asops Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Kolonel Inf Bambang Siswanto mengatakan, pihaknya akan memperpanjang masa pemulasaran jenazah Covid-19 hingga maksimal 24 jam.

Dengan waktu terbatas 4 jam, banyak keluarga jenazah yang protes. Terutama bagi jenazah yang hasil tesnya ternyata negatif Covid-19. Keluarnya hasil tes setelah jenazah dikuburkan.

Jika jeda waktu persiapan diperpanjang, maka ada waktu yang cukup lama untuk menunggu hasil tesnya. Jadi, jika jenazah negatif Covid-19, tak perlu dimakamkan dengan protokol WHO.

“Perubahan ini juga sesuai dengan revisi ke-5 aturan Kemenkes tentang penanganan dan pengendalian Covid-19. Kami sementara masih menyusun buku dan petunjuk teknisnya. Untuk sekarang aturan lama masih berlaku,” beber Bambang Siswanto kepada FAJAR, kemarin.

Jika hasilnya sudah ketahuan sebelum 24 jam, pemulasarannya sudah bisa dipastikan. Kalau positif, maka tetap akan dimakamkan secara Covid-19. Sementara jika hasilnya belum keluar lebih dari 24 jam penanganan jenazah juga tetap sesuai dengan standar Covid-19.

Pihaknya juga akan mengatur kebijakan untuk mengambil jenazah yang sudah dimakamkan, jika terbukti negatif Covid-19. “Kami akan atur semua perunjuk dan syarat-syarat yang mesti dipenuhi sebelum mengambil jenazah,” tambahnya.

Komentar

Loading...