Brigjen Prasetijo Utomo Jadi Tersangka Kasus Surat Jalan Djoko Tjandra, Ini Ancaman Hukuman yang Menanti

Djoko Tjandra-Brigjen Prasetijo Utomo (Dok. Jawa Pos/Sumut Pos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Brigjen Prasetijo Utomo (PU) akhirnya berstatus tersangka dalam perkara surat jalan yang meloloskan Djoko Tjandra. Tidak hanya membantu buron dengan meneken surat tersebut, Prasetijo juga diduga berupaya menghilangkan barang bukti.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, penetapan tersangka itu berdasar gelar perkara kemarin (27/7). Konstruksi hukum yang disangkakan terhadap Brigjen Prasetijo adalah membuat dan menggunakan surat palsu.

Yakni, sesuai dengan pasal 263 KUHP ayat 1 dan 2 jo pasal 55 ayat 1 kesatu e KUHP. ’’Dalam kasus ini sudah ada 20 saksi yang diperiksa,’’ kata Listyo.

Dari keterangan saksi, ditemukan kesesuaian dengan barang bukti. Yakni, surat jalan nomor 77 tertanggal 3 Juni 2020 dan surat keterangan pemeriksaan Covid-19 nomor 990. Lalu, surat jalan nomor 82 tertanggal 18 Juni 2020 atas nama Djoko Soegiarto Tjandra.

Surat jalan tersebut dibuat atas perintah tersangka Brigjen Prasetijo. Kemudian, surat keterangan pemeriksaan 1561 dan surat rekomendasi kesehatan 2214 di Pusdokkes Polri.

Konstruksi hukum kedua adalah pasal 426 KUHP terkait dengan membantu buron. ’’Brigjen PU sebagai penegak hukum telah menolong JST (Djoko Soegiarto Tjandra) dengan membuat surat jalan, surat bebas Covid-19, dan surat pemeriksaan kesehatan,’’ jelasnya.

Konstruksi hukum ketiga adalah menghalang-halangi penyidikan serta menghancurkan dan menghilangkan barang bukti. Listyo mengatakan, konstruksi hukum ketiga diterapkan karena Brigjen Prasetijo sebagai pejabat menyuruh Kompol Joni Andrianto membakar surat yang telah digunakan Djoko Tjandra. ’’Ancaman hukuman maksimalnya enam tahun,’’ ujarnya.

Komentar

Loading...