Gibran Berpotensi Lawan Kotak Kosong, Arief Poyuono: Sangat Berat Menang Lawan Masyarakat Solo

Ketua DPC PDIP Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo (kiri), Bacawali Gibran Rakabuming Raka, dan Bacawawali Teguh Prakosa saat menerima rekomendasi. Mereka berencana menemui Achmad Purnomo di kediamannya, namun gagal karena Purnomo menolak ditemui.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Putra Sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gibran Rakabuming Raka berpotensi maju di Pilwalkot Kota Solo 2020 sebagai calon tunggal dan melawan kotak kosong. Dia dipasangkan dengan Teguh Prakoso.

Keduanya diusung mayoritas Partai yang mempunyai kursi di DPRD. Yaitu PDIP, Golkar, Gerindra dan PAN. Sementara PKS dan PSI sendiri belum menentukan sikap.

PSI mempunyai kursi di DPRD hanya 1 kursi dan PKS 5 kursi. Kedua Partai ini meskipun berkoalisi, belum bisa melawan Gibran. Sebab, syarat untuk mengajukan calon sendiri adalah 9 kursi atau 20 persen dari total kursi.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono memastikan, di Pilwalkot Solo akan ada satu paslon. Yakni Gibran-Teguh. “Pilwako surakarta kayaknya hanya akan ada satu paslon ( Gibran -Teguh).” tulis Poyuono di twitternya, Selasa (20/7/2020).

Sebab itu, dia menilai berat, jika ada paslon yang akan berhadapan dengan Gibran, atau umumnya orang Solo. “Sangat berat loh untuk menang lawan masyarakat solo,” katanya. (dal/fin).

loading...

Komentar

Loading...