Hewan Kurban Layak Beli Harus Miliki Kartu Kesehatan

FOTO: ISTIMEWA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Kota Makassar tengah gencar-gencarnya melakukan pengawasan hewan kurban dalam menyambut Hari Raya Iduladha.

Kepala DP2 Makassar, Abdul Rahman Bando, mengatakan, pengawasan dan kontrol dilakukan pihaknya tujuh hari sebelum hari raya dan tiga hari sesudah lebaran.

“Selama pemeriksaan berjalan, pihaknya sudah mengontrol 3.186 hewan kurban,” katanya, Selasa (28/7/2020).

Ia menjelaskan, dalam pengawasan 3.186 hewan kurban itu, hanya 2.701 ekor yang diberikan kartu kesehatan hewan. Sementara sisanya dinyatakan tidak layak. Dengan rincian 450 ekor tidak cukup umur, 21 cacat mata alias katarak, 5 ekor betina, 3 ekor memiliki cacat kelamin, 2 ekor pincang, 1 ekor sakit, dan 2 ekor sobek telinga.

“Jadi masyarakat yang mau beli hewan kurban, hewan tersebut harus memiliki kartu kesehatan yang kami keluarkan. Satu hewan satu kartu,” bebernya.

Rahman menambahkan, dalam Kartu Kesehatan Hewan yang berwarna kuning itu terdapat penjelasan bahwa hewan tersebut layak secara klinis dan layak secara syariah. Kartu yang berlaku satu hewan satu kartu ini juga terdapat tanda tangan dirinya dan petugas DP2.

Meski demikian, hewan kurban yang tak memiliki kartu kesehatan tetap bisa dikonsumsi. Hanya saja, itu untuk umum bukan diperuntukan Hari Raya Iduladha.

“Kalau hewan dinyatakan tidak layak ini dibuat untuk coto misalnya, boleh saja. Tetapi Iduladha tidak boleh. Karena sudah tidak sesuai syariah seperti sehat, cukup umur, dan fisik sempurna,” jelasnya.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar