Kemendikbud Didesak Atasi Kesenjangan Pendidikan

MEMBURU INTERNET: Sejumlah pelajar di Desa Tanjung Paku, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, menuju bukit agar bisa mendapatkan akses internet. (JAMBI EKSPRES)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sejumlah organisasi pelajar yang menyoroti kesenjangan pendidikan Tanah Air. Mereka yang tergabung dalam poros organisasi pelajar tersebut mendesak Kemendikbud untuk segera mengatasi kesenjangan pendidikan di tengah pandemi covid-19.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Pemuda Muhammadiyah (PP-IPM) Hafizh Syafa’aturahman meminta pemerintah bekerja lebih cepat mengatasi kesenjangan tersebut. Sebab, pendidikan merupakan fondasi utama untuk menciptakan SDM unggul.

“Pendidikan adalah hak semua manusia di Indonesia, bukan semata-mata mereka yang memiliki uang saja yang bisa mendapatkan akses pendidikan, tetapi mereka yang miskin dan berada di kawasan 3T (tertinggal, terluar, terdepan) perlu dan wajib mendapat pendidikan,” ujar Hafizh Syafa’aturahman dalam keterangan tertulis, Selasa (28/7).

Poros organisasi pelajar merupakan gabungan dari IPM, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Persis (IPP), Ikatan Pelajar Persis Putri (IPPI), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar Nahdatul Wathan, Pelajar Islam Indonesia (PII).

Ketua IPNU Aswandi Jailani menambahkan, kesenjangan pendidikan sangat kentara terjadi sejak Indonesia dilanda pandemi Covid-19. Buktinya pelaksanaan pembelajaran jarak jauh (PJJ) begitu amburadul. Sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah pun menjadi salah satu pemicunya.

Aswandi mendesak pemerintah pusat turun langsung ke lapangan untuk melihat daerah mana yang peserta didiknya mengalami hambatan belajar daring. Tidak semua daerah mendapatkan akses dan ketersediaan internet. Tidak semua siswa memiliki gawai.

Komentar

Loading...