None Berpotensi Kandas Maju di Pilwalkot Makassar

Rusdi Masse dan Irman Yasin Limpo. (IST)

FAJAR.CO.ID, MAKASAR – Perebutan kursi walikota dan wakil walikota Makassar mengerucut ke empat nama. Mereka adalah, Irman Yasin Limpo, Moh Ramdhan Pomanto, Syamsu Rizal dan Munafri Arifuddin.

Dari nama di atas, peluang None, sapaan dekat Irman Yasin Limpo berpotensi yang batal maju. Hal itu dinilai akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas), Andi Lukman Irwan.

“Dari empat poros yang berebut kursi wali kota Makassar, Pak Irman Yasin Limpo kecenderungannya paling belakang ketimbang kandidat lainnya,” ujarnya, Selasa, 28 Juli 2020.

Batal masuk dalam arena perebutan sangat berpotensi dialami None. Ia menyebutkan ada beberapa variabel menguatkan penilaiannya itu. “Pak None terlihat paling belakang startnya ketimbang kontestan lain. Ia sampai sekarang ini belum menyuarakan secara terbuka keseriusannya maju,” jelasnya.

Baca Juga: SK Golkar Usung None-Zunnun, Rekomendasi B1-KWK Masih Dinanti

Hal lain lanjut dia, dilematisnya keluarga klan Yasin Limpo yang kebanyakan berada di Partai NasDem. Sehingga tidak akan solid lantaran mendapat tekanan lain untuk memenangkan usungan NasDem yakni Moh Ramdhan Pomanto-Fatmawati Rusdi. “Sehingga sangat sulit akan bersatu. Gerbong besar Yasin Limpo yakni banyak di Partai NasDem,” terangnya.

Alasan lainnya, None masih berpotensi batal maju dikarenakan pencalonan istrinya, Habsa Yanti Ponulele di Pilwalkot Palu, Sulteng. Meski berbeda provinsi, Lukman menilai tetap memiliki dampak positif dan negatifnya satu sama lain.

Komentar

Loading...