Sejak Indonesia Merdeka Belum Pernah Diaspal, Begini Cara Protes Warga Bontocani

Warga bergotong royong memperbaiki jalan rusak. (IST)

FAJAR.CO.ID, BONE — Jalan di Desa Langi, Kecamatan Bontocani butuh perhatian serius pemerintah. Hampir setiap tahun berteriak dalam forum musrenbang, dan tidak pernah direspons.

Warga pun memilih untuk gotong royong menimbung jalan menggunakan batu sungai dan kerikil yang ada di sungai Walanae. Sebab, jalan itu merupakan jalan poros yang menghubungkan Kabupaten Bone dan Kabupaten Maros yang tembus dengan Kecamatan Camba.

Sekretaris BPD Desa Langi, Awaluddin mengatakan, jalan itu merupakan menjadi kewenangan pemerintah kabupaten dan provinsi. Pengerasan dikerjakan sejak 2008 lalu saja dan kerusakan akan bertambah parah.

“Jika di tempat lain masyarakat menanam pohon pisang di jalan yang berlumpur maka kami menanam batu dan krikil sebagai bentuk protes dan penyelesaian masalah,” katanya kepada FAJAR, Selasa (28/7/2020).

Kata dia, kalau dihitung panjang jalan yang ada di Desa Langi sekitar 8 KM sampai dengan batas desa Pattuku dan lebar badan jalan sekitar 7 meter. “Panjang kerusakan jalan sampai ke perbatasan camba Maros sekitar 29 Km,” tambahnya.

Dia menuturkan, hampir setiap tahun diusulkan karena sudah 4 tahun ini menjadi delegasi untuk Kecamatan Bontocani di forum OPD pada Musrenbang tingkat kabupaten dan provinsi akan tetapi belum ada kepastian hingga saat ini

“Kita berharap pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten agar kiranya ada perhatian terhadap pembangunan jalan poros yang menghubungkan Bone dan Maros karena ini merupakan jalur alternatif menuju ibukota provinsi dan semenjak Indonesia merdeka jalan ini belum pernah diadakan pengaspalan maupun beton,” harap Awal. (agung/fajar)

Komentar

Loading...