Seminggu Pasca Kasus Pengeroyokan Usai Musda Golkar Sulbar, Warga Minta Polisi Serius


FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Sudah sepekan kasus pengeroyokan jurnalis dan politikus di Mamuju belum terungkap. Polisi diminta profesional. Padahal, pengeroyokan itu disaksikan banyak orang.

Aksi premanisme itu terjadi pasca penetapan pucuk pimpinan Partai Golkar Sulbar, Minggu, 19 Juli. Aksi itu juga terekam CCTV d’Maleo Hotel.

Lambannya penanganan kasus pengeroyokan itu memicu gejolak. Warga Mamuju bersama Aliansi Pemuda Peduli Demokrasi (APPD) berunjukrasa, Senin, 27 Juli. Mendesak Polresta Mamuju menangkap pelaku pengeroyokan.

“Cari aktor intelektrualnya, kami curigai aktornya seorang tokoh berpengaruh di Mamuju Tengah,” sebut kata kordinator aksi, Arisman seperti dikutip dari Harian Fajar (Fajar Indonesia Network Grup).

Massa juga mendesak Kapolda Sulbar, Irjen Pol Eko Budi Sampurno mendesak penyidik Polresta Mamuju agar lebih serius menangani kasus ini.

Pengacara korban, Hari Ananda Gani menyebut penganiayaan yang dialami kliennya, Sekertaris Golkar Majene, Muhammad Irfan Syarif adalah delik pidana murni. Dia berharap Polresta Mamuju bertindak profesional.

“Segera ungkap dan tangkap aktornya. Kasus ini tidak bisa cara penanganan yang biasa,” katanya.

Jika pihak Polres Mamuju tidak mampu menjalankan proses hukum, lanjutnya, maka pihaknya akanmembawa masalah ini ke Komisi III DPR RI. “Kita lihat dulu proses hukum ini yang ditangani Polres Mamuju,” jelasnya.

Kasat Reskrim Polresta Mamuju, AKP Syamsuryansah, menerangkan proses penyelidikan kasus ini terus berlanjut. Dia pun meminta masyarakat, khususnya korban bersabar menunggu hasil penyelidikan.”Pelan-pelan ki kodong, dikerja ji ini apa-apa.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...