Bela Nadiem Makarim, Denny Siregar: Pendidikan Kita Hanya Lahirkan Pekerja Kasar, Bukan Pembuat Kebijakan

Denny Siregar. (Int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pegiat media sosial Denny Siregar membela Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim yang dihujat habis-habisan.

Nadiem dihujat lantaran dianggap mengabaikan peran NU dan Muhammadiyah dalam dunia pendidikan Indonesia.

Denny mengatakan, Nadiem sudah meminta maaf NU dan Muhammadiyah. Ia berharap NU dan Muhammadiyah sebagai orang tua bisa memaafkan Nadiem.

“Nadiem itu produk pendidikan luar negeri. Disana, dia bisa melakukan apa saja tnp perlu berpikir dampak politik. Dan itu berbenturan dgn kultur di sini,” kata Denny.

Denny mengutip survei kemampuan pelajar yang dirilis oleh Programme for International Student Assessment (PISA), pada Selasa (3/12/2020) di Paris. Dalam survei itu, Indonesia Indonesia berada di peringkat ke-72 dari 77 negara.

Baca juga: Ucapan Permintaan Maaf Nadiem Makarim ke Muhammadiyah, NU dan PGRI

Data ini menjadikan Indonesia bercokol di peringkat enam terbawah, masih jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei Darussalam.

Survei PISA merupakan rujukan dalam menilai kualitas pendidikan di dunia, yang menilai kemampuan membaca, matematika dan sains.

“Sekian tahun merdeka, pendidikan kita tertinggal jauh bahkan dr Malaysia dan Brunei. Dunia pendidikan kita hanya menghasilkan pekerja kasar, bukan pembuat kebijakan,” kata Denny.

“Ini yg mau diubah @jokowi dan Nadiem. Harus ekstrim jk ingin maju. Siapkah kita?” tandas Denny Siregar. (one/pojoksatu)

Komentar

Loading...