Data SILPA Gowa Membingungkan, Dewan Minta Transparansi

Kantor DPRD Gowa.

FAJAR.CO.ID, GOWA– Pembahasan Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (SILPA) APBD Gowa sangat alot. Dewan minta transparansi.

Dana SILPA Rp92 miliar berdasarkan hasil temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, ternyata sudah lama mengendap di bank. Sejak 31 Desember 2019, dana tersebut belum juga digunakan.

Kepala BPKD Gowa, Karim Dania, mengatakan, dana SILPA yang tersimpan di bank tidak dalam bentuk deposito. Tetapi berupa giro. “Iya (tersimpan tujuh bulan, red). Masih mengendap,” katanya di kantor DPRD Gowa, Selasa, 28 Juli.

Ia mengaku seluruh laporan kas dana SILPA sudah dihitung BPK. Pengujiannya sudah dilakukan. Sehingga SILPA yangada akan digunakan dalam APBD perubahan tahun 2020 jika sudah mendapat persetujuan.

Namun pembahasan itu membingungkan para anggota dewan. Sebab, beberapa kepala dinas yang dihadirkan untuk melaporkan dana sisa anggarannya, ada perbedaan angka dengan laporan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Seperti di Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan. Ada perbedaan angka sampai Rp2 miliar. Sehingga rapat sempat diskorsing, untuk menyamakan persepsi.

Ketua Fraksi Partai Nasdem, Amir, mengatakan, perbedaan angka ini tentunya menjadi tanda tanya. Sehingga perlu ada korelasi atau kesamaan. “Jangan sampai ini data palsu,” katanya saat menyampaikan pendapat.

Demikian halnya sorotan anggota DPRD Gowa, Razak, yang menemukan adanya perbedaan laporan dana SILPA tersebut. “Satu rupiah saja yang hilang, sudah dipertanyakan. Apalagi banyak begini,” katanya.

Komentar

Loading...