Keutamaan Puasa Sunnah Tiga Hari Sebelum Idul Adha

Bukapuasa di Masjid Nabawi Madinah.

FAJAR.CO.ID– Salah satu puasa sunnah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW adalah puasa tiga hari sebelum Idul Adha. Bagi mereka yang melakukan ibadah tersebut, dijanjikan mendapat sejumlah pahala dan keutamaan.

Berikut hadis yang menyatakan keutamaan bulan Dzulhijjah

مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ يَعْنِى أَيَّامَ الْعَشْرِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ قَالَ وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ

Artinya: “Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai Allah SWT melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Zulhijjah).” Para sahabat bertanya, “Tidak pula jihad di jalan Allah SWT?” Rasulullah SAW menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR Abu Daud).

Sebelumnya, Kementerian Agama atau Kemenag telah menentukan awal Dzulhijjah 1441 H. Kemenag juga menentukan momen pelaksanaan Idul Adha atau yang biasa disebut Lebaran Haji.

“Maka secara mufakat dinyatakan bahwa 1 Dzulhijjah 1441 H jatuh pada hari Rabu 22 Juli 2020. Dan dinyatakan Idul Adha tanggal 10 Dzulhijjah 1441 H jatuh pada hari Jumat, 31 Juli 2020,” kata Menteri Agama Fachrul Razi.

Komentar

Loading...