Novel Ragukan Dua Pelaku Penyerang Dirinya Dipecat dari Kepolisian

TIDAK BANDING: Dua terdakwa kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan saat menjalani sidang di PN Jakarta Utara, Kamis (16/7). (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

“Semua cerita tersebut telah terjadi sesuai skenario, tinggal masalah dipecat atau tidaknya,” tandasnya.

Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri akan segera menggelar sidang etik untuk Rahmat Kadir Mahulette dan Ronny Bugis. Keduanya pun telah divonis oleh PN Jakarta Utara terkait penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigadir Jenderal (Brigjen) Awi Setiyono mengatakan, sidang etik itu akan dilakukan setelah ada keputusan hakim pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

“Yang jelas itu betul larinya ke kode etik. Kalau orang sudah inkracht, terbukti melakukan pidana tentunya larinya ke (pelanggaran) kode etik,” kata Awi, di Mabes Polri, Selasa (28/7).

Kendati demikian, Awi tak menjelaskan secara rinci soal waktu persidangan etik terhadap dua terpidana itu. Namun, Awi menyebut persidangan kode etik itu mengenai statusnya sebagai anggota Polri.

“Itu berproses terkait dengan statusnya tentunya nanti ada proses sendiri karena memang bagaimana proses penghentian anggota polri dari kepolisian negara RI, itu ada aturan mainnya,” ujar Awi.

Terpisah, Humas Pengadilan Negeri Jakarta Utara Djuyamto menyatakan, putusan perkara kasus penyiraman air keras telah berkekuatan hukum tetap alias inkrah sejak Kamis 23 Juli 2020.Sebab, jaksa penuntut umum (JPU) maupun pelaku tidak mengajukan banding.

“Karena per tanggal 23 Juli kemarin sampai pukul 24.00 WIB JPU tidak mengajukan pernyataan banding, maka putusan telah inkrah,” ucap Djuyamto.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...