Protokol Kesehatan Sulit Diterapkan di Pasar, William: Solusinya Harus Pakai Masker

Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, William Laurn.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ketua Komisi B DPRD Kota Makassar, William Laurn, mendesak PD Pasar memperketat protokol kesehatan di tiap pasar tradisional, terlebih dalam menghadapi lonjakan pembeli jelang Iduladha.

William mengamini tantangan PD Pasar dalam mengatur para pedagang untuk saling jaga jarak sebagai upaya penerapan protokol kesehatan cukup berat.

“PD Pasar sangat berat tantangannya untuk mengimplementasikan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional. Upaya mengatur lapak pedagang untuk jaga jarak sangat sulit,” ungkap William di Gedung DPRD Kota Makassar, Rabu (29/7/2020).

Solusi yang paling konkret saat ini, usul William adalah meminta seluruh masyarakat, pembeli dan pedagang patuh memakai masker. Karena disadari untuk mengatur physical distance di pasar sangat sulit.

“Solusi yang paling konkrit adalah mendesak masyarakat memakai masker. Coba buktikan, pedagang dan pembeli semua pakai masker. Walaupun ini sulit, tapi ini solusi yang paling masuk akal untuk bisa dipatuhi semua pihak,” tegasnya.

“Sulit meminta pedagang dan pembeli jaga jarak, jadi paling minimal fokus kita pakai masker. Walaupun sudah dibackup TNI/Polri tapi pintu-pintu masuk pasar tidak hanya satu atau dua, banyak pintu kecil,” pungkas William.

Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Kota Makassar, Basdir menyampaikan pihaknya sejak Maret lalu telah melakukan edukasi, sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional. Jelang Idul Adha, protap pencegahan akan lebih diperketat sebagai antisipasi menghadapi lonjakan pengunjung.

“Jelang lebaran Idul Adha selalu terjadi lonjakan pengunjung di pasar-pasar, utamanya pasar tradisional. Sejak Maret kami PD Pasar telah melakukan edukasi, sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional,” kata Basdir saat ditemui di kantornya, Selasa (28/7/2020).

Baginya, tantangan mengurus pasar sangat jauh berbeda dengan mengurus mall dan pasar modern lainnya. “Mereka di sana pengunjung dan pengusahanya tertib. Tapi kalau di pasar pengunjung dan pedagangnya terkadang ngeyel,” ujarnya.

“Tetapi itu menjadi tantangan kami di PD Pasar untuk melakukan himbauan, edukasi, bahkan kita bisa memberi sanksi jika telah berkali-berkali diberikan himbauan,” sambung Basdir.

Ia memastikan di seluruh pasar tradisional di Makassar telah disiapkan westafel portable untuk cuci tangan di setiap pintu-pintu masuk. Juga dipasang spanduk berupa himbauan serta disiagakan petugas dari unsur TNI dan Polri. (endra/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...