Rekrutmen Calon Kepala Daerah Makin Rusak, Ini Tiga Rekomendasi Nagara Institute

Akbar Faisal (Dok.Jawapos)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Hasil riset Nagara Institute terkait rekrutmen partai politik dalam Pilkada semakin rusak. Pragmatisme parpol, mahar politik hingga dinasti politik masih menjadi hal lumrah.

“Pragmatisme partai dihadapan kandidat yang super agresif atau sebaliknya semakin mengkhawatirkan,” ujar Direktur Eksekutif Nagara Institute, Akbar Faizal dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/7/2020).

Akbar mengatakan, Parpol seakan melupakan bumi tempatnya berpijak. Hal ini bisa dilihat dari perilaku melupakan kader sendiri, lalu memberi karpet merah kepada kader partai lain atau bahkan kepada figur yang tak jelas asal-usul dan identitas politiknya.

Akbar yang juga mantan Anggota DPR RI menjelaskan, proses pengusungan calon kepala daerah di 171 daerah kemungkinan masih akan carut-marut.

“Mahar politik, pembusukan terhadap kader sendiri, pengusungan terhadap kandidat non-kader, atau kandidat bekas terpidana dan penuh belitan kasus hukum tetap saja terjadi,” paparnya.

Akbar menyontohkan, pengusungan Vonny Anneke Panambunan yang juga kader Partai NasDem sebagai calon Gubernur Sulawesi utara.

Padahal Vonny adalah terpidana kasus korupsi bandara Loa Kulu, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur dan dijatuhi vonis penjara 1 tahun 6 bulan.

Agar kehadian-kejadian tidak baik seperti ini tidak terus terulang, Nagara Institute pun mengeluarkan tiga rekomendasi yang ditujukan kepada para pimpinan parpol dan ditembuskan kepada Presiden, Ketua MPR, DPR dan DPD serta para pimpinan lembaga tinggi negara lainnya dan lembaga penegak hukum seperti Jaksa Agung, Polri dan Ketua KPK berisi tiga (3) poin desakan.

Komentar

Loading...