Terduga Pelaku Curanmor Tewas di Tahanan, Polisi Malah Minta Damai

Rabu, 29 Juli 2020 09:00

Ilustrasi jenazah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Mata Ernawati berkaca-kaca menceritakan kematian kakaknya, Kaharuddin. Diduga meninggal tak wajar setelah ditangkap tim Resmob Polda Sulsel.

Penangkapan itu terjadi pada 24 Juli 2019, di kediamannya Tamangapa, Antang. Kaharuddin ditangkap atas tuduhan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Laporannya masuk di Polres Sinjai. Kaharuddin kemudian dibawa ke Posko Resmob Polda Sulsel di Jalan Hertasning Makassar. Beberapa jam kemudian dilaporkan tewas.

Saat penangkapan berlangsung, ada belasan polisi menyekapnya. Ernawati mengenali beberapa di antaranya. Ada empat orang petugas dari Polres Sinjai, sisanya dari Resmob Polda Sulsel. Ernawati mengenalnya lantaran dia juga anggota Bhayangkari, suaminya bertugas di Brimob Polda Sulsel.

Meski Kaharuddin terduga pelaku curanmor, Ernawati tidak tega melihat jenazah kakaknya yang terdapat luka bekas diduga penganiayaan. “Kenapa tidak dihukum saja sesuai perbuatannya. Kenapa harus dibunuh,” sesal Ernawati di Redaksi FAJAR, Selasa, 28 Juli.

Ernawati kemudian memperlihatkan foto-foto jenazah kakaknya yang penuh luka. Foto itu diambil sebelum jenazah dimandikan.

Sekujur tubuhnya memar. Banyak luka di bagian wajahnya, diduga akibat hantaman benda tumpul. Bagian bawah lututnya juga terdapat bekas peluru tajam.

“Kakinya juga ada bekas setrum, saya yakin dia disiksa,” ujar Ernawati sambil menitikkan air mata.

Dia ingin mengungkap misteri kematian kakaknya. Sudah setahun lamanya Ernawati mencari keadalian. Menyambangi pihak-pihak terkait agar kematian sang kakak diusut karena dianggap tak wajar. Dia sudah lapor ke Polda Sulsel, tapi tidak ada kejelasan.

“Malah saya diminta berdamai. Katanya kita ini sama-samaji (keluarga polisi,red),” sebutnya.

Ernawati telah mengumpulkan bukti-bukti, mulai dari penangkapan sang kakak yang sempat terekam cctv hingga foto kondisi terakhir jenazah. “Saya akan terus berusaha mencari keadilan untuk kakak saya,” sebutnya.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan semua laporan yang masuk tetap didalami. Hanya saja, semua ada proses yang dilalui. Namun dia belum tahu informasi yang dilaporkan Ernawati tersebut.

Ibrahim memastikan pelayanan kepada masyarakat diusahakan semaksimal mungkin. Tidak ada yang ditutupi. Sehingga jika merasa ada kendala bisa langsung menanyakannya. “Insya Allah saya juga akan bantu tanyakan perkembangannya,” tambahnya. (edo/fin/fajar)

Bagikan berita ini:
6
6
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar