Ucapan Permintaan Maaf Nadiem Makarim ke Muhammadiyah, NU dan PGRI

Rabu, 29 Juli 2020 09:25

Mendikbud Nadiem Makarim saat memimpin upacara Hardiknas. Foto: Humas Kemendikbud

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kontroversi penyelenggaraan Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) diurai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim.

Melalui keterangan persnya, Nadiem meminta maaf kepada Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) atas hasil seleksi POP.

Di mana, hasil seleksi POP yang menguji 324 proposal dari 260 Ormas pengaju menerima masing-masing dua proposal pihak swasta yang terafialisi dengan CSR perusahan besar seperti Sampoerna dan Tanoto Foundation.

“Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul dan berharap agar ketiga organisasi besar ini bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna,” demikian permintaan maaf Nadiem, Selasa (28/7).

Sebagai respons mundurnya tiga organisasi tersebut, Nadiem kemudian meminta kepada Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation tidak menggunakan sokongan dana dari APBN.

“Berdasarkan masukan berbagai pihak, kami menyarankan Putera Sampoerna Foundation juga dapat menggunakan pembiayaan mandiri tanpa dana APBN dalam Program Organisasi Penggerak, dan mereka menyambut baik saran tersebut,” ucapnya.

Bagikan berita ini:
3
7
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar