Bertemu Djoko Tjandra, Jaksa Pinangki Sirna Malasari Disanksi

BERTEMU BURON: Seorang oknum Jaksa perempuan bersama Anita Kolopaking dan seorang laki-laki yang diduga Djoko Soegiarto Tjandra bertemu di luar negeri. (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Upaya Djoko Tjandra mengajukan permohonan peninjauan kembali (PK) tidak berhasil. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan mengeluarkan surat penetapan bahwa upaya hukum terpidana kasus pengalihan hak tagih utang (cessie) PT Bank Bali itu tidak dapat diterima.

Humas PN Jakarta Selatan Suharno membenarkan bahwa surat penetapan keluar Selasa (28/7) atau sehari setelah sidang terakhir. Dalam surat penetapan itu disebutkan bahwa PK Djoko Tjandra tidak diterima.

”Jadi, itu bukan ditolak bahasanya, tetapi tidak dapat diterima,” jelas Suharno ketika dikonfirmasi kemarin (29/7).

PK dinyatakan tidak dapat diterima karena selama proses persidangan, Djoko Tjandra tidak pernah hadir. Majelis hakim telah memberikan kesempatan hingga tiga kali sidang. Namun, Djoko selalu absen dengan alasan sakit. Pada sidang ketiga, Djoko malah memohon izin mengikuti persidangan melalui telekonferensi. Hal itu tidak diterima majelis hakim karena menunjukkan Djoko tidak akan hadir langsung.

Penetapan tersebut, lanjut Suharno, telah disampaikan kepada pemohon dan jaksa. Dia juga meluruskan anggapan bahwa majelis hakim mengirimkan berkas PK tersebut ke Mahkamah Agung setelah sidang. Sementara itu, menurut jaksa dalam sidang terakhir Senin lalu (27/7), berkas yang batal seharusnya tidak perlu dikirim ke MA.

’’Ini salah pemahaman kemarin. Yang benar adalah berkas akan ditindaklanjuti sesuai ketentuan hukum yang berlaku,’’ jelas Suharno. Yakni, penetapan dikeluarkan ketua PN Jakarta Selatan. Bukan langsung ditetapkan majelis hakim sesaat setelah sidang.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Hamsah umar


Comment

Loading...