Harga Minyak Dunia Anjlok, Said Didu: Pertamina Tetap Konsisten “Memeras” Rakyat

Said Didu. (Int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Harga minyak dunia kembali anjlok pada perdagangan Kamis (30/7) waktu Indonesia. Hanya saja penurunan minyak dunia beberapa waktu terakhir sepertinya tak berdampak pada harga BBM di Indonesia.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu pun menanyakan kebijakan pemerintah yang belum menurunkan harga BBM.

“Tapi @pertamina bersama pemerintah tetap konsisten “memeras” rakyat dg tdk menurunkan harga BBM,” kata Said Didu di akun Twitternya, Kamis (30/7/2020).

Sementara itu, General Manager Marketing Operation Region (MOR) I Pertamina, Gema Iriandus Pahalawan menjelaskan alasan harga BBM yang tak mengalami penurunan kendati harga minyak dunia merosot tajam beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, pihaknya masih mengkaji terkait kemungkinan penurunan harga BBM. “Nanti setelah kondisi Covid-19 mereda dan kondisi stabil,” kata dia saat diskusi bersama YLKI, Selasa (28/7/2020).

Gema mengatakan ada beberapa alasan kenapa Pertamina hingga saat ini belum bisa menurunkan harga jual BBM. Alasan pertamanya adalah, ketika kondisi pandemi Covid-19 konsumsi BBM masyarakat merosot cukup dalam jika dibandingkan kondisi normal.

Alasan kedua, kata Gema, masih terjadi fluktuasi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) yang menyebabkan selisih harga jual produksi minyak Pertamina.

Walau harga minyak mentah berkisar US$ 40 per barel, dia mengatakan, ada kemungkinan masih bisa untuk naik atau turun secara signifikan. Sehingga Pertamina masih sangat sulit untuk melakukan penyesuaian harga.

Alasan ketiga Pertamina belum menurunkan BBM dikarenakan kurs rupiah terhadap dollar hingga saat ini juga belum stabil. Gema melihat memang beberapa waktu lalu rupiah sempat menyentuh level Rp 16.000 per dollar. Lalu tak berselang lama, kata Gema, anjlok hingga ke Rp 12.000 per dollar. Tapi saat ini, rupiah berada pada kisaran Rp 14.500.

Menurutnya, keputusan untuk melakukan penurunan BBM ditakutkan menjadi keputusan yang gegebah. “Jadi ini dilematis,” ucapnya.

Seperti didiketahui, penurunan harga minyak ini dipicu lonjakan kasus baru virus corona global sehingga memicu kekhawatiran pelaku pasar akan merosotnya permintaan bahan bakar.

Mengutip Bloomberg hingga pukul 08.58 WIB, harga minyak Brent untuk kontrak pengiriman September 2020 turun 0,16% ke level US$ 43,68 per barel. Sedangkan harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2020, turun 0,15% ke US$ 41,22 per barel.

Kedua harga minyak patokan tersebut berada di wilayah stagnan setelah sejumlah negara melaporkan lonjakan kasus corona pada Rabu (29/7).

Di samping itu, The U.S Energy Information Administration juga melaporkan penurunan tajam hingga 10,6 juta barel stok minyak mentah pekan lalu. (msn-jpnn/fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Adi Mirsan


Comment

Loading...