KPK Perpanjang Penahanan Nurhadi

Tersangka kasus dugaan suap gratifikasi senilai Rp46 miliar, Nurhadi dan Riesky Herbiyono berjalan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (2/6/2020). KPK menangkap Nurhadi yang merupakan mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) dan menantunya, Riezky Herbiyono di Simprug, Jakarta Selatan pada Senin (1/6) malam setelah buron sejak hampir empat bulan lalu. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan perpanjangan penahanan terhadap mantan Sekertaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dan menantunya, Rezky Herbiyono. Perpanjangan penahanan itu dilakukan untuk 30 hari ke depan.

“Hari ini Kamis, (30/7) dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari pertama berdasarkan penetapan PN Jakarta Pusat selama 30 hari dimulai tanggal 1 Agustus 2020 s/d 30 Agustus 2020 untuk tersangka NHD (mantan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia) dan RHE (Swasta),” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (30/7).

Nurhadi saat ini masih mendekam di Rutan Cabang KPK pada gedung ACLC KPK Kavling C1. Sementara Rezky ditahan di Rutan Cabang KPK pada gedung merah putih KPK.

Perpanjangan penahanan terhadap keduanya lantaran penyidik masih mengusut kasus dugaan suap dan gratifikasi di lingkungan MA. Bahkan, diduga KPK tengah mendalami adanya Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang menjerat Nurhadi.

“Saat ini penyidik KPK masih akan terus memanggil dan memeriksa beberapa saksi terkait perkara tersebut,” tukasnya.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di MA. Ketiga tersangka itu yakni, mantan Sekretaris MA, Nurhadi serta menantunya Rezky Herbiono dan Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (PT MIT), Hiendra Soenjoto.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...