Nadiem Makarim Datangi Kantor PP Muhammadiyah, Ini yang Dilakukan

Mendikbud Nadiem Makarim-- jawa pos

Din menyarankan sebaiknya program tersebut dihentikan. ”Lebih baik Kemendikbud bekerja keras dan cerdas mengatasi masalah pendidikan generasi bangsa yang terdampak pandemi Covid-19,” tuturnya.

Dalam keterangan resmi Kemendikbud disebutkan, Mendikbud bersilaturahmi ke kantor PP Muhammadiyah untuk menyampaikan ucapan selamat milad ke-111 kepada Persyarikatan Muhammadiyah yang jatuh pada 8 Zulhijah 1441 Hijriah. Selain itu, dalam diskusi, Mendikbud menerima berbagai masukan mengenai pengembangan pendidikan nasional.

Terkait POP, Nadiem sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf kepada tiga organisasi yang menyatakan mundur dari program tersebut: Muhammadiyah, NU, dan PGRI. Dia juga meminta tiga organisasi yang sudah menjadi mitra strategis pemerintah dalam dunia pendidikan itu bersedia kembali bergabung dalam POP. Sehingga bisa memberikan bimbingan dalam penyelenggaraan program itu. ”Dengan penuh rendah hati, saya memohon maaf atas segala ketidaknyamanan yang timbul,” ujarnya.

Mengenai polemik keterlibatan Putera Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation, Nadiem menjelaskan bahwa keduanya dipastikan menggunakan skema pembiayaan mandiri untuk mendukung POP. Artinya, dua yayasan yang selama ini bergerak di bidang pendidikan tersebut tidak memakai APBN.

Meski begitu, Kemendikbud tetap akan meminta laporan pengukuran keberhasilan program dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Instrumen pengukuran yang digunakan, antara lain, asesmen kompetensi minimum dan survei karakter untuk SD-SMP atau instrumen capaian pertumbuhan dan perkembangan anak untuk PAUD. (jpc/fajar)

Komentar

Loading...